Monthly Archives: March 2013

7 Rahasia Ibnu Abbas Tentang Bahagia

Materi Kuliah Subuh Masjid Raya Taman Yasmin 
Sabtu, 23 Maret 2013 oleh Ust. Dadang Holiyulloh
Ref. Kitab Riyadu Shalihin

Pada kajian subuh kali ini dibahas tentang zuhud dan keutamaan memiliki harta yang bermanfaat, bernilai  disisi Allah Swt. Allah berfirman dalam surat Al Fathir (s.35) ayat 5 yang artinya:

” Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.”

Lalu dalam surat Ali Imran ayat 14:
kuliah subuh“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Continue reading

Sudahkah Sampai Kepadamu tentang Kisah Musa?

Catatan Kuliah Subuh Masjid Raya Taman Yasmin – Bogor
Sabtu, 16 Maret 2013
Materi : Tafsir Al Quran, oleh Ust. Hasan Rifai
Kontributor : H. Budhi Santoso

Al Qur’an surat An-Naazi’aah bagian kedua, ayat 15 – 26:
“Hal ataakahadiitsu Muusa” (Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.)

“Idznaa daahu rabbuhuu bil waadilmuqadda si thuwaa” (Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah (wadi) suci ialah Lembah Thuwa;)

“Idzhab ilaa firauuna innahuu thaghaa” (“Pergilah kamu kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,)

“Faqul hallaka ilaa antazakaa” (dan katakanlah (kepada Firaun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)”)

“Wa ahdiyaka ilaa rabbika fatakhtsaa” (Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu (Islam) agar supaya kamu takut kepada-Nya?”)

“Faaraahul aayatalkubraa” (Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.)

“Fakadzaba wa’ashaa” (Tetapi Firaun mendustakan dan mendurhakai.)

“Tsumma adbarayasaa” (Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).)

“Fakhatsara fanaadaa”( Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.)

“Faqaala ana’ rabbukumul a’laa” ((Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”.)

“Faakhadzahullahu nakalal aakhirati wal uula” (Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.”

“Inna fiidzaalika la’ibratallimayyakhtsaa”( Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).)

kuliah subuh kajian islam masjid raya yasminPada bagian pertama surat ini telah dibahas tentang pencabutan nyawa ketika manusia mengakhiri kehidupannya didunia maka Allah memerintahkan kepada malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya. Sebagian manusia dicabut nyawanya dengan cara yang sangat kasar dan sebgaian yang lainnya dcabut dengan cara yang lembut. Pada bagian pertama juga dibahas tentang orang-orang yang yakin akan hari akhirat dan orang-orang yang meragukannya. Bagi yang tidak yakin mereka terkejut karena mereka tidak menyangka tulang belulang yang sudah remuk dapat dikembalikan seperti wujud ketika masih hidup didunia. Dan disanalah kita mempertanggungjawabkan apa yang telah kita perbuat didunia.

Continue reading

Makna di Balik Musibah

Dalam perjalanan hidupnya, seorang hamba Allah umumnya akan pernah mengalami musibah akibat dari suatu bencana, kecelakaan, kehilangan, kekurangan dan lain sebagainya.
Dalam Al Qur’an Surat (57) Al Hadid ayat 22 Allah berfirman :

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”.
Dalam Surat (64) At Taghaabun ayat 11 Allah juga berfirman :

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

‘‘Tidak ada suatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah,. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu“.

Lalu apa makna dibalik musibah yang menimpa hamba Allah ?
Continue reading

Cinta Allah dan 6 Jalan Menuju Tauhid Paripurna

Ringkasan Kuliah Subuh
Pemateri : Ust. Ahmadi Usman, MA
Kontributor : H. Budhi Santoso

CINTA ALLAH KEPADA HAMBANYA

Cinta Allah dan TauhidDalam Al Qur’an surat Al Mulk Allah berfirman bahwa Allah mencintai kita, cinta Allah tidak berbatas. Cinta Allah ini salah satunya ditampilkan dalam ayat-ayat qauliyah atau kauniyah. Allah berikan hujan, berikan air,Allah cukupkan oksigen, Allah berikan nikmat dan ketenangan, itu adalah bukti kecintaan Allah kepada hamba-Nya dalam bentuk alam semesta.

Dan Allah Swt bukan saja mengajarkan kita tentang cinta-Nya dengan ayat-ayat qauliyah, namun juga dalam ayat-ayat kauniyah. Jika seseorang mencintai sesuatu, maka ia akan memuliakan sesuatu itu. Allah memerintahkan kepada kita dalam beberapa ayat Al Qur’an dengan sesuatu yang sangat menakjubkan. Ada sejumlah surat yang dimulai dengan kalimat tasbih (misalnya tabaarakalladzi…, sabhikhisma..dll), kalimat yang mensucikan dzat yang sedang disebut namanya yaitu Allah Swt.

Dalam surat Al Mulk ini Allah mengajak hambanya untuk mencintainya dengan kalimat tabarok,dari kalimat barokah yang artinya memiliki nilai tambah. Misalnya seseorang memiliki harta yang berkah maka hartanya itu cukup, tidak perlu banyak atau sedikit yang jelas cukup untuk kebutuhannya. Keberkahan itu penting karena harta banyak yang tidak berkah tidak memenuhi kebutuhan, tapi harta yang halal dan berkah pasti membawa ketenangan bagi pemiliknya. Hanya Allah lah yang mampu memberi keberkahan secara total karena Dialah yang berkuasa atas segala sesuatu dan Dialah yang menciptakan kehidupan dan kematian.

Continue reading

Al Qur’an Sebagai Petunjuk Bagi Orang-orang yang Bertakwa

Catatan kuliah Subuh: Kajian Al Qur’an tafsir Al Karim Ar-Rahman fi Tafsir Kalam Al Manan karangan Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di.

Pemateri  : KH Abbas Aula, Lc, MHI
Kontributor : H. Budhi Santoso

Mari kita bersama-sama mencari ridha Allah SWT dalam kajian tafsir surat Al Baqarah melanjutkan ayat yang telah kita bahas pada pertemuan yang lalu yakni ayat 2 dan 3. Pada pertemuan yang lalu kita telah bahas ayat 2 namun tidak tuntas khususnya berkenaan dengan akhir ayat yakni takwa. Oleh karena itu ayat 3 merupakan lanjutan dari ayat 2 berkenaan dengan orang-orang yang bertakwa.

”Alif Laam Miim. Dzalikal kitaabu la raiibafiihi hudalil muttaqiin. Alladzina yu’minuuna bil ghoiibi wa yuqiimunashshalaata wa mimma razaqnaahum yunfiquun”.

kuliah subuh kajian islam masjid raya yasminAyat 1 sudah kita jelaskan tentang alif laam miim, yang merupakan potongan huruf-huruf yang terletak diawal surat yang tentunya para ahli tafsir menyatakan bahwa Allah lebih mengetahui maknanya, walaupun para ulama ahli mutafsirin mencoba memahaminya dari apa yang tersirat dari potongan huruf-huruf hija’iyah pada awal surat yang merupakan suatu penegasan kepada orang-orang Arab jahiliyah khususnya pada waktu itu bahwa Al Quranul Karim diturunkan dalam bahasa Arab tersusun dari rangkai huruf-huruf hija’iyah yang juga merupakan bahasa mereka. Kemudian Al Quran menantang mereka andaikata benar tuduhan kalian Al Quran ini adalah buatan Muhammad saw maka ciptakanlah satu, sepuluh atau lebih dari itu surat jika kamu orang-orang yang benar. Dan pada kenyatannya sampai hari ini tak ada seorangpun sastrawan Arab yang mampu untuk menggubah satu saja surat pendek semisal surat Al Kautsar atau surat-surat pendek lainnya seperti surat Al Fil.

Continue reading

PAPAN INFORMASI

Saat ini program GPKSB kami sedang bagi-bagi stiker motivasi shalat berjamaah, untuk mobil dan sepeda motor. Bagi yang belum mendapatkan, silakan hubungi Sdr Hamdan selagi persediaan masih ada.

Dalam waktu dekat insya_allah akan diadakan Seminar Shalat Sempurna, tunggu info tanggalnya

Buletin Dakwah Islam Jumat

Komentar Terbaru