Monthly Archives: November 2013

Tafsir Surat Al Qolam

Ringkasan Kuliah Subuh
Kajian Tafsir Al Quran Ibnu Katsir, Surat Al-Qolam
Sabtu, 16 Nopember 2013 di Masjid Raya Taman Yasmin
Pemateri : Bp. Ust. H. Hasan Rifa’i

Surat ini merupakan surat ke 68 (juz 29), termasuk dalam kategori surat Makiyah dan turun setelah surat Al-Alaq (QS 96).

– Disebut juga dengan surat “NUN”
Beberapa surat di dalam Quran dimulai dengan huruf, misalnya:
– 1 Huruf, misal : Nun, Qof, Shod.
– 2 Huruf, misal : Ya-sin, Tho-ha.
– 3 Huruf, misal : Alif-Lam-Mim, Alif-Lam-Ra
– 4 Huruf, misal : Alif-Lam-Mim-Ra

Ayat 1 : Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis.
Beberapa makna Nun yaitu :
– Ikan yang sangat besar.
Nabi Yunus ditelan ikan besar

– Pena.
Menurut Imam Abu Ja’far, pertama yang dibuat Allah adalah pena (Qolam), yaitu untuk menuliskan rencana yang akan dibuat. Kemudian Qolam berkata apa yang harus ditulisnya. Tulislah ketentuan takdir Allah yang dengan demikian kehidupan berjalan (sejak awal sampai berakhir). Perencanaan terciptanya langit dan dibentangkannya bumi.

– Tinta
Dalam hadist, Allah menciptakan “NUN” yakni tinta
Menurut Ibnu Abbas, Rasul berkata, sesungguhnya yang pertama kali diciptakan adalah Qolam, kemudian menciptakan tinta, kemudian Allah berfirman kepada Qolam dan Tinta , tulislah suatu perencanaan dari suatu perbuatan, rizki, peristiwa dan waktu, dari awal hingga kiamat.

– Tempat dari cahaya

Ayat 2 : Berkat ni’mat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
– Orang-orang jahiliyah menyatakan Muhammad gila meskipun mereka sadar bahwa yang disampaikan Muhammad benar.

– Abu Jalal memerintahkan pemenang Al-Mudiro (kejuaraan untuk membuat karya seni berupa syair) untuk membacakan syair-syairnya ke Muhammad untuk diadu dengan Muhammad. Kemudian Rasulullah membacakan surat Fushilat, maka pemenang juara syair dimaksud terbengong-bengong, ternyata yang apa yang disampaikan oleh Rasul jauh lebih bagus (syair dari juara syair tidak ada apa-apanya), hal ini sebenarnya menunjukkan bahwa orang-orang Quraish mengakui kebenaran Raulullah.

Ayat 3 : Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
– Ada ganjaran yang tidak pernah terputus.

– Apabila ada orang mendapat hidayah karena usaha orang lain, maka Allah akan memberi pahala kepada orang yang mendapat hidayah dan juga kepada orang yang memberi usaha tanpa mengurangi sedikitpun orang yang mendapat hidayah. Begitu pula sebaliknya dengan orang yang menyuruh berbuat dosa.

– Bila kita ingin pahal terus mengalir, maka ajarkan ilmu kebaikkan kepada orang lain, selama ilmunya masih digunakan maka pahala akan terus mengalir (beda dengan harta, semakin digunakan akan semakin habis hartanya, sedangkan ilmu semakin diberikan/ diajarkan kepada orang lain maka ilmu akan semakin bertambah).

Ayat 4 : Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
– Ahlak Rasul adalah agama Islam.
– Akhlak Rasul adalah Al Quran
Rasul berucap bearti Al-Quran. Rasul tidak pernah berijtihad (bernalar) kecuali dari Quran (Wahyu Illahi).
– Aisyah pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah, maka dia menjawab : Akhlak Beliau asdalah Al-Quran

Kontributor : MS

Faedah Keimanan

Ringkasan Kuliah Subuh di Masjid Raya Taman Yasmin – Bogor
Sabtu, 09 Nopember 2013
Kajian Aqidah
Pemateri : Bp. DR. H. Ibdalsyah, MA

Kajian materi membahas tentang Faedah Keimanan Serta Hal-hal Yang Diperoleh :

Keimanan merupakan suatu bentuk hidayah yang hanya merupakan hak mutlak milik Allah SWT. Contoh, Rasulullah merasa sedih bahwa salah seorang paman kesayangannya (Abu Thalib) tidak diberikan hidayah oleh Allah sehingga sampai akhir hayatnya tidak beriman kepada Allah. Masalah keimanan seseorang harus dinyatakan dengan konkrit yang dibuktikan dengan ibadah kepada ALLAH.

Faedah-faedah/ keutamaan Keimanan :
1. Memperoleh perlindungan dari Allah, atau dengan kata lain Allah menjadi wali/ pelindung bagi orang beriman (QS. 2 : 258), sedangkan pelindung orang kafir adalah Thogut. Dengan demikian iman harus selalu dijaga untuk selalu ditingkatkan .

2. Diberi kenikmatan kehidupan yang Toyyibah dan di akherat diberikan balasan yang dahsyat.

3. Mendapatkan perlindungan dari Allah dari sesuatu yang buruk yang akan menimpanya.

4. Bagi orang-orang beriman diberi kegembiraan di dunia dan di akherat.

5. Orang beriman akan mendapat pahala yang besar dari musibah-musibah yang didapat. Allah akan memberikan solusi-solusinya (musibah/ ujian hidup merupakan suatu keniscayaan, orang beriman tidak akan dibiarkan dalam kesulitannya ).

6. Allah bersama orang yang beriman (orang beriman akan selalu bertaqwakal)

7. Mendapatkan pelajaran, yaitu dibacakan Al Qur’an bertambah imannya.

Catatan Lainnya:
Iman harus selalu dirawat agar supaya bisa menjadi khusnul khotimah.
Surga dipagari dengan hal-hal yang tidak disukai dan neraka dipagari dengan hawa nafsu.

Kontributor: MS

Kajian Tafsir Al Baqarah Ayat 8 – 15

Ringkasan Kuliah Subuh
Sabtu, 02 Nopember 2013
Pemateri : KH Abbas Aula

Kajian materi membahas tentang tafsir Alquran Surat Al-Baqarah ayat 8 s/d 15.
Sebelumnya telah dijelaskan, terdapat 3 golongan manusia dalam menghadapi Alqu’an, yaitu:
1. Golongan orang mukmin/orang bertaqwa, dijelaskan dalam 5 ayat, yaitu 1 s/d 5.
2. Golongan orang kafir, dijelaskan dalam 2 ayat, yaitu 6 s/d 7.
3. Golongan orang munafik, dijelaskan dalam 13 ayat, yaitu 8 s/d 20.

Penjelasan orang-orang munafik
Orang-orang munafik baru dapat ditemukan setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, terlebih setelah menang Perang Badar, mereka berebut harta hasil rampasan perang. Sedangkan sebelum Rasulullah hijrah (masih di Mekkah) yang ada hanya golongan orang mukmin dan orang kafir.

Dalam Al Quran, ciri-ciri orang munafik dijelaskan sebagai berikut :
– Ayat 8 : Menyatakan diri sebagai orang beriman, sesungguhnya tidak beriman.
– Ayat 9 : Menipu Allah dan orang beriman, sesungguhnya hanya menipu diri sendiri tanpa disadari.
– Ayat 10 : Didalam hati mereka ada penyakit yang kemudian Allah menambahkannya dan mereka mendapat azab yang pedih karena kedustaannya.
– Ayat 11 : Ketika mereka dilarang membuat kerusakan di bumi justru mereka menjawab sedang melakukan perbaikan.
– Ayat 12 : Sesungguhnya mereka yang berbuat kerusakan tapi tidak menyadarinya.
– Ayat 13 : Ketika dikatakan agar mereka beriman sebagaimana orang lain yang telah beriman, justru mereka mengikari ayat-ayat Allah (Berkaitan dengan ayat 11 dan 12)
– Ayat 14 : Ketika mereka bertemu dengan orang beriman maka mereka menyatakan telah beriman, sedangkan bila mereka sendiri mereka menaytakan bahwa sesungguhnya mereka hanya berolok-olok.
– Ayat 15 : Allah akan memperolok-olok mereka dan membiarkan mereka terombang ambing dalam kesesatan.

Kontributor : MS

PAPAN INFORMASI

Saat ini program GPKSB kami sedang bagi-bagi stiker motivasi shalat berjamaah, untuk mobil dan sepeda motor. Bagi yang belum mendapatkan, silakan hubungi Sdr Hamdan selagi persediaan masih ada.

Dalam waktu dekat insya_allah akan diadakan Seminar Shalat Sempurna, tunggu info tanggalnya

Buletin Dakwah Islam Jumat

Komentar Terbaru