Besarnya Ampunan dan Rahmat Alloh Subhanahu Wa ta’ala

Bismillaahi walhamdulillaah,washsholaatu wassalaamu ‘ala Rosuulillaah.

Maha PengampunSalah satu sifat Alloh yang banyak disebut dalam Al Quran adalah sifat Ghofur (Maha Pengampun). Dalam tulisan kecil ini, marilah kita coba mentadabburi sifat Alloh yang maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Alloh berfirman yang artinya:

“(Nuh Berkata) Maka aku berkata (kepada kaumku) mohon ampunlah kalian kepada Robb kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”
(QS Nuh:10)

“…Dan mohon ampunlah kalian kepada Alloh, sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”( QS Al-Muzzammil:20)

Untuk memberikan gambaran betapa maha besarnya ampunan dan rahmat Alloh itu, berikut penjelasan beberapa hadits dari Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam.

Abu Dawud meriwayatkan dalam Sunan-nya dari Abu Hurairah berkata bahwa Rosulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Di kalangan Bani Israil terdapat dua orang laki-laki bersaudara. Salah seorang dari keduanya berbuat dosa, sementara yang lain bersungguh-sungguh dalam beribadah. Orang yang bersungguh-sungguh dalam beribadah melihat kawannya selalu melakukan dosa, maka dia berkata kepadanya, ‘Berhentilah!’

Suatu hari dia melihat temannya berbuat dosa lagi, maka dia berkata kepadanya, ‘Berhentilah!’ Kawannya menjawab, ‘Biarkan diriku. Ini antara aku dengan Robbku. Apakah kamu diutus sebagai pengawasku?’

Dia berkata, ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu atau Allah tidak akan memasukkanmu ke dalam surga.’ Lalu keduanya mati. Keduanya berkumpul di sisi Robbul Alamin. Maka Alloh berkata kepada orang yang bersungguh-sungguh, ‘Apakah kamu mengetahui tentang Aku, atau apakah kamu mampu atas apa yang ada di tangan-Ku?’

Dia berfirman kepada pelaku dosa, ‘Pergilah, masuklah ke dalam surga dengan rahmat-Ku.’ Dan berfirman kepada yang lain, ‘Bawalah orang ini ke neraka.’

Abu Hurairah berkata, ‘Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, dia telah mengucapkan satu kalimat yang mencelakai dunia dan akhiratnya.'”

Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya pada Kitabul Bir Wash Shilah wal Adab, 4/2022, no. 2618. Lihat Syarah Shahih Muslim Nawawi, 16/133.

Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya pada Kitabul Adab, bab Larangan tentang Berbuat Aniaya, no. 1901. Lihat Shahih Sunan Abu Dawud, 3/926, no. 4097.

Penjelasan Hadits
Dalam hadits ini Rosulullah shollallohu alaihi wa sallam menyampaikan kepada kita tentang dua orang dari kalangan Bani Israil. Keduanya adalah teman bersaudara. Yang pertama tekun beribadah, sedangkan yang kedua lalai menunaikan apa yang menjadi kewajibannya.

Orang yang tekun beribadah melihat rekannya berbuat dosa dan maksiat, maka dia mengingkarinya dan melarangnya. Ini adalah sesuatu yang baik dan diperintahkan oleh syariat.

Seluruh syariat datang membawa amar ma’ruf nahi mungkar. Orang yang berbuat dosa merasa sempit dada jika temannya menegurnya. Manakala dia tidak tahan atas pengingkaran temannya kepadanya, dia pun berkata, “Ini urusanku dengan Robbku , apakah kamu diutus sebagai pengawasku?”

Pada saat itu si ahli ibadah ini bersumpah dengan sumpah yang benar-benar berat ia berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu atau Dia tidak akan memasukkanmu ke dalam surga.”

Inilah kesalahan besar dari hamba tersebut yang mengatakan tentang Alloh sesuatu yang dia tidak ketahui. Tidak patut bagi ahli ibadah ini untuk bersumpah mendahului Allah, karena segala urusan adalah milik Allah. Apa yang Dia kehendaki, pasti terjadi. Dan, apa yang tidak, maka tidak akan terjadi.

“….Maka Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendakiNya dan mengadzab siapa yang dikehendakiNya….” (QS Al-Baqarah:285)

Tidak sepatutnya seorang hamba menahan Robbnya untuk mengampuni Fulan atau membatalkan amal Fulan.

Dalam hadits lain dari Anas yang diriwayatkan At-Tirmidzi, yang artinya:

Saya mendengar Rasulullah n bersabda: “Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: ‘Wahai Bani Adam, sesungguhnya selama engkau berdoa kepada-Ku, mengharapkan-Ku, niscaya Aku beri ampun kepadamu atas apa yang ada padamu, dan Aku tidak peduli. Wahai Bani Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai langit kemudian kamu minta ampun kepada-Ku niscaya Aku beri ampunan kepadamu, dan Aku tidak peduli. Wahai Bani Adam, sungguh, seandainya engkau datang kepada-Ku membawa dosa sepenuh bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan Aku dengan apapun, pasti Aku datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh itu juga.”

Alloh berfirman

“Wahai hamba-hambaKu, yang melampaui batas pada diri mereka sendiri, janganlah kalian putus asa terhadap rahmat Alloh. Sesungguhnya Alloh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Azzumar: 53)

Yang benar datangnya dari Alloh, sedangkan kekeliruan datangya dari penulis. Washolallohu ‘ala nabiyyinaa Muhammad.

Kontributor (penulis): H. Mugio Widodo

Silakan share dan like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

PAPAN INFORMASI

Saat ini program GPKSB kami sedang bagi-bagi stiker motivasi shalat berjamaah, untuk mobil dan sepeda motor. Bagi yang belum mendapatkan, silakan hubungi Sdr Hamdan selagi persediaan masih ada.

Dalam waktu dekat insya_allah akan diadakan Seminar Shalat Sempurna, tunggu info tanggalnya

Buletin Dakwah Islam Jumat

Komentar Terbaru