Introspeksi Diri

Oleh : Syarif Yunus

artikel islam introspeksi diriPekerjaan termudah bagi kita, manusia adalah menilai orang lain. Menghitung cacat dan keburukan orang lain hampir mendekati “cum laude” alias sempurna, tak tertinggal sedikitpun. Begitulah kebanyakan yang dilakukan orang. Konon, bagi sebagian orang pula, menilai orang lain adalah perbuatan yang menyenangkan dan menggairahkan. Adrenalin mendadak bangkit kalau urusan “ngomongin” orang, bikin ketagihan. Apalagi terhadap orang yang tidak kita sukai. Mengapa bisa terjadi?

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Jawabnya, INTROSPEKSI DIRI. Itulah akhlak yang sering dilupakan manusia, introspeksi diri. Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang makin menggila, cara terbaik kita adalah sering introspeksi diri, mawas diri.Jika demikian, kita seharusnya lebih banyak “melihat ke dalam”, bukan “menilai yang di luar kita”. Introspeksi, bukan ekstropeksi. Gimana caranya? Coba saja resep DI SAAT KAMU ….. sebagai sarana untuk mengingatkan pada diri kita sendiri.

  • Di saat kamu ingin melepaskan seseorang, ingatlah saat kamu ingin mendapatkannya
  • Di saat kamu mulai tidak menyenanginya, ingatlah saat kamu mulai senang padanya
  • Di saat kamu mulai bosan, ingatlah saat terindah bersamanya
  • Di saat kamu ingin membohonginya, ingatlah saat dia jujur padamu

Maka, kamu akan merasakan arti dia untukmu. Jangan sampai di saat dia sudah tidak di sisimu, kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu! Renungkanlah:

  • Yang indah hanya sementara
  • Yang abadi adalah kenangan
  • Yang ikhlas hanya dari hati
  • Yang tulus hanya dari sanubari
  • Tidak mudah mencari yang hilang, tidak mudah mengejar impian
  • Yang lebih susah adalah mempertahankan yang ada; karena walaupun sudah tergenggam tetap bisa terlepas jua.

Di saat kamu ter-obsesi, ingatlah pepatah:
“Jika tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”

• Belajar menerima apa adanya dan tetap berpikir positif
• Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas
• Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun waktu nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi; sehelai benang pun tak bisa dimiliki, lalu
Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan

Maka di saat kamu masih hidup, jalani saja dengan keinsafan nurani

  • Jangan terlalu perhitungan
  • Jangan hanya mau menang sendiri
  • Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita
  • Belajarlah tiada hari tanpa kasih
  • Selalu berlapang dada dan mengalah
  • Hidup ceria, happy, bebas leluasa
  • Tak ada yang tak bisa diikhlaskan
  • Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
  • Tak ada dendam yang tak bisa terhapus
  • Jadilah orang bijak

Hari ini dan esok, tergantung pada diri KITA? Maukah kita menjadi yang lebih baik dari sekadar yan kita hadapi hari ini ?

Janganlah kamu takut, kehilangan jabatan, gelar dan harta kekayaan karena semuanya itu tidak kekal di muka bumi ini. Akan tetapi, janganlah kamu takut memberi keindahan dan senyum kepada orang lain, maka jabatan, gelar, ataupun harta kekayaan akan menghampirimu dengan sendiri¬nya.

Tersenyumlah untuk hidup kita yang tersisa ….

Kontributor : IR

Silakan share dan like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

PAPAN INFORMASI

Saat ini program GPKSB kami sedang bagi-bagi stiker motivasi shalat berjamaah, untuk mobil dan sepeda motor. Bagi yang belum mendapatkan, silakan hubungi Sdr Hamdan selagi persediaan masih ada.

Dalam waktu dekat insya_allah akan diadakan Seminar Shalat Sempurna, tunggu info tanggalnya

Buletin Dakwah Islam Jumat

Komentar Terbaru