Kajian Islam

Kajian Islam di Masjid Raya Taman Yasmin

Sifat Sifat Orang Beriman

Ringkasan Kuliah Subuh
Tema : Aqidah & Akhlak
Judul : Sifat-Sifat Orang Beriman
Masjid Raya Taman Yasmin, Sabtu 14 Desember 2013
Oleh : Ustadz Dr. KH. Ibdalsyah, MA.

Melanjutkan pembahasan berkaitan dengan keimanan, Sabtu subuh pagi ini dijelaskan sifat-sifat orang beriman dengan pembahasan mengacu pada Surat Al Mu’minun ayat 1 s.d. 11 dan Surat Al Anfal ayat 2 s.d. 4.

Orang yang beriman dijanjikan oleh Allah SWT akan mendapatkan surga dan tempat-tempat yang indah sebagai balasan atas amalan baik mereka, Allah SWT berfirman dalam dalam Surat At Taubah ayat 72, bahwa Allah menjanjikan bagi orang yang beriman laki-laki dan perempuan akan mendapatkan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya, dan mendapat tempat-tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridlaan Allah adalah lebih besar, itu adalah kemenangan yang agung.

Maka terdapat sifat-sifat orang beriman yang harus diusahakan dan direalisasikan dalam kehidupan agar keimanan ini dapat terjaga dan terpelihara sampai menghadap Allah SWT. Kerena iman itu mempunyai karakter yang tidak stabil, “yazid wa yankus”, bisa meningkat atau menurun, bisa menguat dan bisa melemah, bisa high power bisa low power. Kondisi keimanan kita bisa kita ukur sendiri dengan bagaimana amal ibadah kita. Apabila kita merasa ringan dan rajin dalam menjalankan perintah Allah SWT, itu mengindikasikan bahwa iman kita sedang kuat, namun apabila kita merasa berat atau cepat bosan dalam menjalankan kebaikan dan perintah Allah SWT, maka kita harus hati-hati dan segera introspeksi diri, karena itu menandakan iman kita sedang dalam kondisi lemah.

Continue reading

Perumpamaan Orang-Orang Munafik

Ringkasan Kuliah Subuh
Tafsir Surat Al Baqoroh ayat 17 s/d 20
Masjid Raya Taman Yasmin, 07 Desember 2013
Oleh Ustadz KH. Abbas Aula Lc. MHI

Pada pembahsan sebelumnya, dalam surat Al Baqoroh ayat 1 – 20, manusia digolongkan dalam 3 golongan, yaitu :
1. Orang beriman (Ayat 1 – 5)
2. Orang kafir (Ayat 6 – 7)
3. Orang munafik (8 – 20)

Melanjutkan penjelasan golongan orang munafik pada ayat-ayat sebelumnya, ba’da subuh pagi ini diberikan penjelasan tentang gambaran atau perumpamaan dari golongan orang munafik seperti dijelaskan pada ayat 17 s/d 20 dengan tafsir sebagai berikut :

Al Baqarah : 17

“Perumpamaan mereka (kaum munafik) itu adalah bagai orang yang menyalakan api dan tatkala cahaya api itu telah menerangi sekelilingnya, Allah menghilangkan cahaya (yang menerangi mereka) dan meninggalkannya dalam kegelapan tidak dapat melihat apa-apa.”

Orang munafik yang dimaksudkan dalam ayat ini ialah orang-orang munafik dari ahli kitab (Yahudi). Mereka telah beriman kepada kitab-kitad dan rasul-rasul yang telah lalu, maka seharusnya mereka beriman kepada Al Qur’an dan Nabi Muhammad SAW, karena kedatangan Rasulullah telah disebutkan dalam kitab-kitab mereka. Namun disebabkan karena dipengaruhi oleh kebesaran mereka di masa lampau, maka mereka tidak mau beriman. Mereka itu tak ubahnya seperti orang yang menyalakan api, ketika menyinari sekelilingnya, tiba-tiba api itu padam, sehingga mereka berada dalam gelap gulita.

Continue reading

Nasihat untuk Para Pemimpin

Ringkasan Kuliah Subuh
Kajian Kitab Riyadhus Sholihin
Sabtu, 23 Nopember 2013
Pemateri : Bp. Ust. H. Dadang Haliyulloh

Nasihat untuk para pemimpin :

  • Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (QS: Asy-Syu’araa Ayat: 215)
  • Sesungguhnya Allah menyuruh [kamu] berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS: An- Nahl Ayat: 90)

Target yang harus dicapai :
– Mampu memimpin diri sendiri
– Mampu memimpin untuk keluarganya
Kontributor : MS

Tafsir Surat Al Qolam

Ringkasan Kuliah Subuh
Kajian Tafsir Al Quran Ibnu Katsir, Surat Al-Qolam
Sabtu, 16 Nopember 2013 di Masjid Raya Taman Yasmin
Pemateri : Bp. Ust. H. Hasan Rifa’i

Surat ini merupakan surat ke 68 (juz 29), termasuk dalam kategori surat Makiyah dan turun setelah surat Al-Alaq (QS 96).

– Disebut juga dengan surat “NUN”
Beberapa surat di dalam Quran dimulai dengan huruf, misalnya:
– 1 Huruf, misal : Nun, Qof, Shod.
– 2 Huruf, misal : Ya-sin, Tho-ha.
– 3 Huruf, misal : Alif-Lam-Mim, Alif-Lam-Ra
– 4 Huruf, misal : Alif-Lam-Mim-Ra

Ayat 1 : Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis.
Beberapa makna Nun yaitu :
– Ikan yang sangat besar.
Nabi Yunus ditelan ikan besar

– Pena.
Menurut Imam Abu Ja’far, pertama yang dibuat Allah adalah pena (Qolam), yaitu untuk menuliskan rencana yang akan dibuat. Kemudian Qolam berkata apa yang harus ditulisnya. Tulislah ketentuan takdir Allah yang dengan demikian kehidupan berjalan (sejak awal sampai berakhir). Perencanaan terciptanya langit dan dibentangkannya bumi.

– Tinta
Dalam hadist, Allah menciptakan “NUN” yakni tinta
Menurut Ibnu Abbas, Rasul berkata, sesungguhnya yang pertama kali diciptakan adalah Qolam, kemudian menciptakan tinta, kemudian Allah berfirman kepada Qolam dan Tinta , tulislah suatu perencanaan dari suatu perbuatan, rizki, peristiwa dan waktu, dari awal hingga kiamat.

– Tempat dari cahaya

Ayat 2 : Berkat ni’mat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
– Orang-orang jahiliyah menyatakan Muhammad gila meskipun mereka sadar bahwa yang disampaikan Muhammad benar.

– Abu Jalal memerintahkan pemenang Al-Mudiro (kejuaraan untuk membuat karya seni berupa syair) untuk membacakan syair-syairnya ke Muhammad untuk diadu dengan Muhammad. Kemudian Rasulullah membacakan surat Fushilat, maka pemenang juara syair dimaksud terbengong-bengong, ternyata yang apa yang disampaikan oleh Rasul jauh lebih bagus (syair dari juara syair tidak ada apa-apanya), hal ini sebenarnya menunjukkan bahwa orang-orang Quraish mengakui kebenaran Raulullah.

Ayat 3 : Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
– Ada ganjaran yang tidak pernah terputus.

– Apabila ada orang mendapat hidayah karena usaha orang lain, maka Allah akan memberi pahala kepada orang yang mendapat hidayah dan juga kepada orang yang memberi usaha tanpa mengurangi sedikitpun orang yang mendapat hidayah. Begitu pula sebaliknya dengan orang yang menyuruh berbuat dosa.

– Bila kita ingin pahal terus mengalir, maka ajarkan ilmu kebaikkan kepada orang lain, selama ilmunya masih digunakan maka pahala akan terus mengalir (beda dengan harta, semakin digunakan akan semakin habis hartanya, sedangkan ilmu semakin diberikan/ diajarkan kepada orang lain maka ilmu akan semakin bertambah).

Ayat 4 : Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
– Ahlak Rasul adalah agama Islam.
– Akhlak Rasul adalah Al Quran
Rasul berucap bearti Al-Quran. Rasul tidak pernah berijtihad (bernalar) kecuali dari Quran (Wahyu Illahi).
– Aisyah pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah, maka dia menjawab : Akhlak Beliau asdalah Al-Quran

Kontributor : MS

Faedah Keimanan

Ringkasan Kuliah Subuh di Masjid Raya Taman Yasmin – Bogor
Sabtu, 09 Nopember 2013
Kajian Aqidah
Pemateri : Bp. DR. H. Ibdalsyah, MA

Kajian materi membahas tentang Faedah Keimanan Serta Hal-hal Yang Diperoleh :

Keimanan merupakan suatu bentuk hidayah yang hanya merupakan hak mutlak milik Allah SWT. Contoh, Rasulullah merasa sedih bahwa salah seorang paman kesayangannya (Abu Thalib) tidak diberikan hidayah oleh Allah sehingga sampai akhir hayatnya tidak beriman kepada Allah. Masalah keimanan seseorang harus dinyatakan dengan konkrit yang dibuktikan dengan ibadah kepada ALLAH.

Faedah-faedah/ keutamaan Keimanan :
1. Memperoleh perlindungan dari Allah, atau dengan kata lain Allah menjadi wali/ pelindung bagi orang beriman (QS. 2 : 258), sedangkan pelindung orang kafir adalah Thogut. Dengan demikian iman harus selalu dijaga untuk selalu ditingkatkan .

2. Diberi kenikmatan kehidupan yang Toyyibah dan di akherat diberikan balasan yang dahsyat.

3. Mendapatkan perlindungan dari Allah dari sesuatu yang buruk yang akan menimpanya.

4. Bagi orang-orang beriman diberi kegembiraan di dunia dan di akherat.

5. Orang beriman akan mendapat pahala yang besar dari musibah-musibah yang didapat. Allah akan memberikan solusi-solusinya (musibah/ ujian hidup merupakan suatu keniscayaan, orang beriman tidak akan dibiarkan dalam kesulitannya ).

6. Allah bersama orang yang beriman (orang beriman akan selalu bertaqwakal)

7. Mendapatkan pelajaran, yaitu dibacakan Al Qur’an bertambah imannya.

Catatan Lainnya:
Iman harus selalu dirawat agar supaya bisa menjadi khusnul khotimah.
Surga dipagari dengan hal-hal yang tidak disukai dan neraka dipagari dengan hawa nafsu.

Kontributor: MS

Kajian Tafsir Al Baqarah Ayat 8 – 15

Ringkasan Kuliah Subuh
Sabtu, 02 Nopember 2013
Pemateri : KH Abbas Aula

Kajian materi membahas tentang tafsir Alquran Surat Al-Baqarah ayat 8 s/d 15.
Sebelumnya telah dijelaskan, terdapat 3 golongan manusia dalam menghadapi Alqu’an, yaitu:
1. Golongan orang mukmin/orang bertaqwa, dijelaskan dalam 5 ayat, yaitu 1 s/d 5.
2. Golongan orang kafir, dijelaskan dalam 2 ayat, yaitu 6 s/d 7.
3. Golongan orang munafik, dijelaskan dalam 13 ayat, yaitu 8 s/d 20.

Penjelasan orang-orang munafik
Orang-orang munafik baru dapat ditemukan setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, terlebih setelah menang Perang Badar, mereka berebut harta hasil rampasan perang. Sedangkan sebelum Rasulullah hijrah (masih di Mekkah) yang ada hanya golongan orang mukmin dan orang kafir.

Dalam Al Quran, ciri-ciri orang munafik dijelaskan sebagai berikut :
– Ayat 8 : Menyatakan diri sebagai orang beriman, sesungguhnya tidak beriman.
– Ayat 9 : Menipu Allah dan orang beriman, sesungguhnya hanya menipu diri sendiri tanpa disadari.
– Ayat 10 : Didalam hati mereka ada penyakit yang kemudian Allah menambahkannya dan mereka mendapat azab yang pedih karena kedustaannya.
– Ayat 11 : Ketika mereka dilarang membuat kerusakan di bumi justru mereka menjawab sedang melakukan perbaikan.
– Ayat 12 : Sesungguhnya mereka yang berbuat kerusakan tapi tidak menyadarinya.
– Ayat 13 : Ketika dikatakan agar mereka beriman sebagaimana orang lain yang telah beriman, justru mereka mengikari ayat-ayat Allah (Berkaitan dengan ayat 11 dan 12)
– Ayat 14 : Ketika mereka bertemu dengan orang beriman maka mereka menyatakan telah beriman, sedangkan bila mereka sendiri mereka menaytakan bahwa sesungguhnya mereka hanya berolok-olok.
– Ayat 15 : Allah akan memperolok-olok mereka dan membiarkan mereka terombang ambing dalam kesesatan.

Kontributor : MS

Kemenangan bagi Orang-Orang Takwa

Catatan Kuliah Subuh Masjid Raya Taman Yasmin, Bogor
Materi : Tafsir Al-Quran Ibnu Katsir
Surat An Nabaa Ayat 31 – 40
Nara sumber : Ust H. Hasan Rifai
Sabtu, 8 Juni 2013
Kontributor : RGN

Ini bagian ke-3 dari surat An Nabaa, Menceritakan bagian dari orang-orang yang bertakwa

Kuliah subuh kajian tafsir

QS An Nabaa Ayat 31 – 40:
31. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan/keberuntungan
Kebahagian di akhirat adalah kenikmatan yang tidak ada putus-putusnya, kebahagiaan yang tidak ada celanya / kurangnya. Kebahagiaan di dunia selalu terputus, misalnya seseorang yang baru lulus kuliahnya akan bahagia sementara, setelah itu harus berfikir untuk bekerja dimana. Mafaazaa berarti keberuntungan yang sangat besar bagi orang yang bertakwa. Kebahagiaan yang luar biasa, Mumtaz , adalah terhindar dari siksa api neraka

Continue reading

Tafsir Al Quran Surat Al Baqarah 4-5

Materi : Tafsir Al-Quran Abdurrahman bin Nasir As Sa’idi
Surat Al Baqarah Ayat 4 – 5
Penceramah : KH Abbas Aula
Tempat : Masjid Raya Taman Yasmin, Cilendek Bogor
Waktu : Sabtu, 1 Juni 2013
Kontributor : RGN

QS Al Baqoroh Ayat 4-5

tafsir al quran

Artinya :
“Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat”.
“Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang yang beruntung”.
(Al Quran & Terjemahnya, Wakaf Dari Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Abdullah bin Abdul Aziz Ali Sa’ud, 1428H)

Ayat ke-4 dan ke-5 Surat Al Baqoroh berisi melanjutkan ciri-ciri orang yang bertakwa yang telah disebutkan pada ayat ke-3, yaitu :

  • Beriman kepada yang ghaib,
  • Mendirikan shalat
  • Menyisihkan sebagian rezekinya untuk diinfaqan.

Dilanjutkan pada ayat ke-4

  • Beriman kepada Al-Quran dan Kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya
  • Yakin akan adanya akhirat

Continue reading

Yuk, Belanja di Jalan Allah!

Catatan Kuliah Subuh 18 Mei 2013
Pemateri : KH Dadang Holiyullah
Kajian Kitab Riyadhushalihin
Kontributor : DS

Allah Ta’ala berfirman:
kuliah subuh“Dan apa saja yang engkau semua nafkahkan, maka Allah akan menggantinya.” (Saba’: 39) Allah Ta’ala juga berfirman: “Dan barang-barang baik – dari rezeki – yang engkau semua nafkahkan itu adalah untuk dirimu sendiri dan engkau semua tidak menafkahkannya melainkan karena mengharapkan keridhaan Allah, juga barang-barang baik yang engkau semua nafkahkan itu, niscaya akan dibayar kepadamu dan tidaklah engkau semua dianiaya.” (al-Baqarah: 272)

Allah Ta’ala berfirman dalam surat lainnya:
“Dan barang-barang baik yang berupa apapun juga yang engkau semua nafkahkan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui.” (al-Baqarah: 273)

Hadits ke 1
Dari Ibnu Mas’ud r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Tiada kehasudan yang dibolehkan melainkan dalam dua macam perkara, yaitu: seseorang yang dikarunia oleh Allah akan harta, kemudian ia mempergunakan guna menafkahkannya itu untuk apa-apa yang hak – kebenaran – dan seseorang yang dikaruniai oleh Allah akan ilmu pengetahuan, kemudian ia memberikan keputusan dengan ilmunya itu – antara dua orang atau dua golongan yang berselisih – serta mengajarkannya pula.” (Muttafaq ‘alaih)

Continue reading

Hati-Hati dengan Penyebab Suul Khatimah!

Catatan Kuliah Subuh Masjid Raya Taman Yasmin – Bogor
Pemateri : Dr. Ibdalsyah, MA
Kontributor : DS

Cinta Allah dan TauhidAda beberapa penyebab yang menjadikan manusia meninggal dalam keadaan buruk (suul khatimah), di antaranya adalah karena masalah aqidah. Karena itu, kita harus menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak aqidah kita.

Aqidah, Iman dan Tauhid
Istilah akidah, iman dan tauhid pada dasarnya serupa. Ketiga istilah ini adalah tentang keimanan menuju Allah yang satu. Seperti kita tahu bahwa orang yang beriman sering disebut dalam Alquran dengan “Yaa ayyuhalladziina aamanuu” yang berarti hai orang-orang yang beriman.

Tauhid adalah meng-Esakan Allah. Hal ini tercantum dalam surat Al- Ikhlas. Ikhlas itu artinya jernih, bersih tidak bercampur dengan muatan syrik. Dalam surat Al Ikhlas disebutkan bahwa Allah itu ahad/esa, Allah tempat meminta. Maka orang yang beriman pasti yang teringat adalah Allah, bukan yang lain, jika menghadapi kesulitan atau sedang sakit.

Continue reading

PAPAN INFORMASI

Saat ini program GPKSB kami sedang bagi-bagi stiker motivasi shalat berjamaah, untuk mobil dan sepeda motor. Bagi yang belum mendapatkan, silakan hubungi Sdr Hamdan selagi persediaan masih ada.

Dalam waktu dekat insya_allah akan diadakan Seminar Shalat Sempurna, tunggu info tanggalnya

Buletin Dakwah Islam Jumat

Komentar Terbaru