7 Rahasia Ibnu Abbas Tentang Bahagia

Materi Kuliah Subuh Masjid Raya Taman Yasmin 
Sabtu, 23 Maret 2013 oleh Ust. Dadang Holiyulloh
Ref. Kitab Riyadu Shalihin

Pada kajian subuh kali ini dibahas tentang zuhud dan keutamaan memiliki harta yang bermanfaat, bernilai  disisi Allah Swt. Allah berfirman dalam surat Al Fathir (s.35) ayat 5 yang artinya:

” Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.”

Lalu dalam surat Ali Imran ayat 14:
kuliah subuh“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Kemudian orang-orang Anshor mendengar kedatangan Abu Ubaidah lalu berkumpul setelah shalat bersama Rasulullah Saw. Usai shalat Rasulullah langsung hendak pergi namun mereka bermaksud hendak menemuinya. Rasulullah tersenyum melihat mereka lalu bersabda:”Aku kira kalian telah mendengar kedatangan Abu Ubaidah yang membawa sesuatu dari Bahrain. Mereka menjawab “Benar ya Rasulullah”. Bergembiralah dan berharaplah kalian terhadap  apa yang menggembirakan kalian. Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan kepada kalian, namun aku khawatir jika dunia dibentangkan untuk kalian sebagaimana telah dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian maka kalian bersaing sebagaimana mereka bersaing lalu kalian saling membinasakan sebagaimana mereka saling membinasakan.”

Kemudian hadits yang lain Anas r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:”Yang mengikuti mayit itu ada tiga: keluarganya, hartanya dan amalnya. Keluarga dan hartanya akan kembali sedangkan amalnya tetap tinggal. “

Kehidupan dunia itu seperti fatamorgana, terlihat indah padahal tidak. Terkadang yang terlihat indah bisa jadi musibah. Banyak saudara-saudara kita terjerat hukum karena melihat seolah-olah kehidupan dunia itu indah padahal di balik itu adalah musibah.

Ibnu Abbas r.a ditanya tentang kebahagiaan hidup oleh seorang tabi’in. Lalu Ibnu Abbas r.a menjawab:”Ada 7 ciri orang yang mendapatkan kebahagiaan hidup.”

Pertama,
Ciri orang yang mendapatkan kebahagiaan hidup adalah qalbun syakirun, hati yang bersyukur. Al Muthariq bin Ad meriwayatkan Rasulullah bersabda:”Tidaklah dunia ini seperti jari salah satu dari kalian yang dicelupkan ke dalam laut lalu ditarik kembali, lihatlah betapa sedikit air yang menempel di jari itu (Bukhari Muslim).

Bahwa perbandingan nikmat Allah di dunia dengan kenikmatan di akhirat bagaikan air yang menempel di jari setelah dicelupkan di air laut. Sedikit saja dunia ini terlihat diperebutkan oleh milyaran orang di dunia. Bahkan Allah Yang Maha Adil membagi dunia ini kepada siapapun baik yang rajin beribadah maupun yang tidak, yang mukmin maupun yang kafir.

Tapi kadang kita menyangka Allah tidak adil mengapa orang yang tidak beribadah dunianya mudah, sedang yang rajin beribadah seolah-olah susah. Tapi kata Ibnu Abbas kita harus bersyukur dengan cara menikmati  apa yang ada dan tidak pusing dengan yang tidak ada dan tidak membandingkan nikmat yang kita miliki dengan nikmat yang Allah berikan melalui orang lain.

Jangan terlalu melimpah di dunia, yang penting cukup, mau rumah cukup, mau mobil cukup, mau pergi umrah atau haji cukup J Orang yang banyak duitnya belum tentu bahagia. Duit kita ini yang kertas kan bikinan orang Yahudi, yang baik  adalah dinar yang nilainya sesuai.

Kebanyakan memiliki duit itu tegang, apalagi nanti akan ada redenominasi. Maka yang disebut bersyukur itu adalah menikmati yang ada, yang kita miliki. Hanya bagi kita yang diberi kesempatan oleh Allah menikmati kehidupan tentunya kita berupaya apa yang Allah titipkan kepada kita itu benar-benar kita syukuri. Lihatlah tukang parkir, kendaraan apa saja yang datang dia terima dan tidak membanggakan diri kalau penuh (tempatnya) karena itu semua bukan punya dia. Begitu satu persatu kendaraan diambil yang punya si tukang parkir tidak pernah menolak dan sakit hati karena bukan punya dia.

Begitu juga dunia ini, semua titipan baik rumah, mobil, dan harta lainnya. Rumah mewah, mobil mewah boleh tapi jangan menjadikannya jauh dari Allah. Waktu rumah mengontrak selalu senyum kepada tetangga, begitu punya rumah sendiri dan mewah diketok pintunya oleh tetangga pura-pura tidak dengar. Oleh karena itu Rasulullah berpesan untuk urusan dunia tengoklah ke bawah, untuk urusan akhirat tengoklah ke atas.

Kalau punya mobil alhamdulillah tetangga pake motor, kalau punya motor alhamdulillah tetangga pake sepeda, kalau punya sepeda alhamdulillah tetangga jalan kaki, kalau jalan kaki alhamdulillah tetangga lumpuh tak bisa berjalan, kalau lumpuh alhamdulillah masih hidup tetangga meninggal tak kembali lagi.

Maka berbahagialah mereka yang menunggu kehidupan akhirat lebih baik dari pada kehidupan di dunia ini.

Kedua
Ciri kedua orang yang mendapatkan kebahagiaan hidup adalah mempunyai pasangan hidup yang sholeh/sholeha. Kalau kita ingin membentuk kebahagiaan hidup milikilah pasangan yang sholeh / sholeha. Suaminya ahli ibadah isterinya ahli ibadah Insya Allah hidup kita bahagia, kalau tidak tidak bahagia. Kalau sudah ada adzan berkumandang isteri ingatkan suami, tapi suami bilang belum qamat. Isteri ingatkan suami sudah qamat suami bilang imam belum bunyi. Tapi ketika isteri ingatkan imam sudah bunyi suami bilang wah malu terlambat. Akhirnya istri ambil wudhu dan shalat jenazah dekat suaminya dan suaminya kaget lalu bangun dan tanya siapa yang meninggal, ya bapaklah yang seperti jenazah kalau adzan berkumandang masih malas bangun tidur. J

Jadi harus ada pemahaman, istri yang sholeha mengingatkan suami begitu juga sebaliknya suami yang sholeh mengingatkan istrinya. Kita harus paham tentang zuhud, bukan berarti kebutuhan dunia tidak boleh tapi yang penting sikap kita menghadapi dunia.

Ada suatu kasus kecelakaan dimana sepasang suami istri yang naik mobil keluaran terbaru melaju di jalan tol menabrak truk tronton karena suami istri bertengkar didalam mobil karena tidak sholeh dan sholeha. Jika suami istri sedang berjauhan saling menjaga dengan selalu berkomunikasi.

Ketiga
Mempunyai anak-anak yang sholeh dan sholeha. Anak yang sholeh dan sholeha diturunkan oleh orangtua yang sholeh dan sholeha. Ketika Rasulullah thawaf, Rasulullah melihat seorang pemuda yang pundaknya lecet. Usai thawaf Rasulullah memanggilnya dan bertanya kenapa pundaknya lecet. Jawab pemuda tersebut:”Aku dari Yaman. Aku mempunyai ibu yang sudah sangat tua, kemanapun pergi aku gendong kecuali ke kamar mandi, melaksanakan shalat dan sedang beristirahat.” Rasulullah berkata bahwa ia adalah anak yang sholeh namun apa yang engkau lakukan itu tidak bisa membalas setetes air susu yang engkau hirup dari ibumu.

Allah dalam Al Qur’an berfirman:”Jangan kamu katakana “ah” kepada orangtua”. Tafsirnya mengatakan kalau berkata “ah” saja haram apalagi menghardiknya. Bahkan dalam suatu hadits Rasulullah bersabda:”Barangsiapa orangtua meneteskan airmata karena tersakiti oleh anaknya maka air mata itu akan menjadi api neraka yang membakar anak tersebut.”

Jika anak kita sholeh dan sholeha dan berbuat kebaikan nama kita akan baik, kita akan bahagia. Dalam hadits riwayat Bukhari disampaikan jika kalian melihat orang yang diberi kelebihan harta dan anak hendaklah ia melihat yang lebih rendah dari dirinya. Jika melihat sesuatu janganlah melihat yang lebih dari apa yang dipandangnya.

Keempat
Yang keempat adalah mencari lingkungan yang baik untuk kehidupan keluarga kita. Imam Ali r.a mengatakan barangsiapa yang bergaul dengan penjual minyak wangi maka akan kebawa wangi dan barangsiapa yang bergaul dengan pandai besi dia akan kebawa bau bakaran. Ketika orangtua mendidik anakanya di rumah dengan baik, membawa anak sekolah ke sekolah agama belajar agama namun tinggal di lingkungan yang kurang baik maka dia akan terbawa pengaruh tidak baik.

Ada seorang ibu yang bekerja mengadu bahwa anaknya yang mulai besar susah disuruh beribadah shalat padahal dulunya rajin. Ternyata akhir-akhir ini diajak teman-temannya di lingkungan tempat tinggal nongkrong, begadang. Maka disarankan kepada keluarga tersebut untuk pindah tempat tinggal yang lingkungannya lebih baik. Jika tidak minimal dekati dua tetangga yang anaknya baik yang bisa mendorong anak kita untuk membangun lingkungan yang baik. Tapi akhirnya ibu tersebut beserta keluarganya pindah rumah yang dekat masjid dan tidak kawatir lagi meninggalkan anaknya karena sering shalat dan ngaji ke masjid. Jadi jangan sampai kita tinggal di suatu tempat yang dapat membawa anak kita lepas dari imannya.

Kelima
Yang kelima adalah harta yang halal. Abu Hurairah r.a meriwayatkan Rasulullah bersabda:”Jika aku mempunyai emas sebesar gunung Uhud  aku tidak suka lewati tiga hari selama masih ada sebagian di tempatku kecuali aku simpan untuk membayar hutang dan memberi sedekah.” Jadi Nabi tidak suka ada harta di rumahnya lebih dari tiga hari yang bukan haknya. Harta yang halal akan membuat kita bahagia.

Mengeluarkan zakat segera dari harta yang bukan milik kita akan menyebabkan harta kita tersebut halal. Jangan tertarik dengan harta yang bukan milik kita. Abu Hurairah r.a berkata Rasulullah bersabda:”Dunia itu penjara bagi orang-orang mukmin dan surge bagi orang-orang kafir .” hadits riwayat Muslim. Artinya barangsiapa ingin bertemu dengan Allah maka Allah suka bertemu dengan dia. Jadikanlah kehidupan dunia ini sebagai jalan mendekat kepada Allah dan jauhkan dari dunia yang kita miliki itu dari keharaman sekecil apapun.

Imam Al Ghozali menulis dalam kitabnya ada seorang bapak meninggal dunia. Ia meninggalkan anak-anaknya yang sholeh dan sholeha menurut ukuran dia. Waktu dalam kubur dia bertanya kepada Malaikat apakah janji Allah itu benar. Dijawab benar oleh Malaikat. Tapi kenapa aku tak mendapat kiriman pahala yang mengalir dari anak-anakku padahal aku sudah mendidik agama dan menyekolahkan mereka belajar agama. Malaikat menjawab bahwa doa-doa anak-anaknya ditolak Allah Swt karena bapak ini sewaktu di dunia memberikan makanan yang haram kepada anak-anaknya. Mungkin doa anak-anaknya untuk hal yang lain diijabah, tapi doa untuk ayahnya ditolak karena ayahnya member makanan yang haram kepada mereka.

Maka hati-hatilah jangan mencampuradukkan antara yang halal dan yang haram. Bahkan diantara yang halal dan haram itu ada subhat yang ada keragu-raguan didalamnya yang juga harus ditinggalkan. Barang yang haram yang dibawa ke rumah akan dimakan oleh anak istrinya yang menjadikan daging dan darahnya haram.

Rasulullah bersabda bahwa Allah mengharamkan orang yang darah dan dagingnya diberi makan dari yang barang yang haram masuk surga. Jadi zuhud terhadap dunia itu tidak berarti tidak boleh memiliki dunia tapi hati-hati terhadap dunia jangan sampai salah menyikapi dunia.  Jangan sampai kita hanyut dalam dunia ini, hanyut dalam kesenangannya.

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ,:”Tunjukkan kepadaku perbuatan yang dapat membuat Allah dan manusia mencintaiku.” Rasulullah menjawab:”Berzuhudlah di dunia niscaya Allah akan mencintaimu dan berzuhudlah dari apa yang dimiliki manusia niscaya Allah akan mencintaimu.” Zuhud dalam hal ini adalah menjaga diri dari hal-hal yang haram, berhati-hati dalam hal yang subhat. Bersyukur atas dari rezeki yang halal lalu menginfakkannya untuk kebaikan. Kemudian segala sesuatu yang ada dalam kehidupan ini baik berupa harta maupun kesenangan hendaknya berada ditangan manusia bukan di hatinya sebab semua itu hanya sarana bukan tujuan. Zuhud artinya bukan berarti miskin, meminta-minta, merendahkan diri dan bermalas-malasan. Zuhud artinya kekayaan jiwa dan menjaga diri juga pengorbanan harta dan jiwa untuk jalan Allah Swt.

Cinta dunia menjadi tidak terpuji manakala menyebabkan orang lebih mengutamakan nafsu syahwat serta menibukkan diri dengan selain Allah sedangkan cinta dunia untuk melakukan kebaikan dan membantu sesama bukanlah tercela bahkan menjadi ibadah dan ketaatan kepada Allah Swt.

Ke enam
Yang keenam adalah semangat mempelajari agama. Memicu diri untuk belajar agama terus menerus. Selalu bersemangat mengikuti kajian-kajian agama. Lalu mendampingi anak sewaktu tidak saja menonton TV tapi juga waktu melaksanakan amalan ibadah seperti wudhu atau shalat dan mengajarkan kepada mereka bagaimana cara beribadah kepada Allah Swt.

Ke tujuh
Yang ketujuh adalah umur yang penuh barokah. Umur yang barokah itu akan menjadikan nilai  kenikmatan, kemuliaan dan menjadikan umur itu bermanfaat untuk kehidupan dunia dan nilai kemuliaan di akhirat. Maka barangsiapa diberi umur yang panjang maka hendaknya umur itu bisa untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Resepnya ada dua: Jangan tertipu dengan usia muda karena banyak orang muda meninggal dunia. Jangan tertipu dngan badan yang sehat karena banyak orang sehat meninggal dunia, seperti serangan jantung bisa datang tiba-tiba. Ketika Umar bin Khatab bercerita tentang yang dialami manusia di dunia ini, Umar melihat Rasulullah Saw seharian perutnya terlilit terasa lapar, tak ada sedikitpun untuk mengganjal perut Rasulullah Saw. Ternyata Rasulullah lebih banyak laparnya dari pada kenyangnya. Ketika Rasulullah pulang dari masjid dan bertanya kepada Aisyah apakah ada makanan hari ini dan dijawab tidak ada maka Rasulullah berkata:”Aku berpuasa hari ini.” Ketika Rasulullah wafat tak ada makanan kecuali gandum namun itu oleh Aisyah disedekahkan dan habis.

Wallahu a’lam bishshawab.

 

Kontributor: HBS

Silakan share dan like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

PAPAN INFORMASI

Saat ini program GPKSB kami sedang bagi-bagi stiker motivasi shalat berjamaah, untuk mobil dan sepeda motor. Bagi yang belum mendapatkan, silakan hubungi Sdr Hamdan selagi persediaan masih ada.

Dalam waktu dekat insya_allah akan diadakan Seminar Shalat Sempurna, tunggu info tanggalnya

Buletin Dakwah Islam Jumat

Komentar Terbaru