Ayat untuk Pemimpin dan Rakyatnya

Tafsir Alquran Surat An Nisa Ayat 58-59
Ringkasan Kuliah Subuh Sabtu 5 April 2014
Pemateri: KH Abbas Aula MA

kuliah subuh kajian islam
[4:58] Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

kuliah subuh masjid raya[4:59] Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Ayat 58 ditujukan kepada para pemimpin/penguasa untuk menunaikan amanahnya sedangkan ayat 59 ditujukan kepada rakyat (yang dipimpin) agar taat kepada Allah, Rasul dan ulil amri (pemimpin).

Redaksi ayat 59 menggunakan kata ‘taat’ tetapi tidak pada pemimpin. Artinya ketaatan kepada Allah dan Rasul adalah mutlak sedangkan ketaatan kepada pemimpin adalah bersyarat. Yaitu sepanjang pemimpin tersebut taat kepada Allah dan Rasul.

Dalam Alquran surat Al Maidah ayat 51 Allah berfirman:

[5:51] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Ayat ini menegaskan larangan kepada orang-orang beriman memilih pemimpin dari golongan Yahudi dan Nasrani.

Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan pemimpin.

Wali adalah pemimpin wilayah
Amir adalah pemimpin imarah
Khalifah adalah pemimpin khilafah
Imam adalah pemimpin imamah

Masing-masing istilah tersebut memiliki penekanan tertentu.

Wali bertugas melindungi rakyat di wilayahnya. Amir menyuruh dan mengajak rakyatnya berbuat baik (memberi perintah). Imam harus berada di garis depan memimpin rakyatnya seperti saat perang. Dari pengertian ini, seorang perempuan tidak bisa menjadi imam karena beratnya tugas memimpin peperangan.

Istilah amirul mukminin pertama kali muncul saat Umar bin Khattab menjadi khalifah. Menurut Umar bin Khattab, karena aku memimpin orang-orang beriman maka aku amirul mukminin.
Orang-orang yang diajak dalam musyawarah adalah orang-orang yang shalih yang duduk dalam lembaga yang disebut ahlul halli wal aqdi. Dalam fiqih siyasah (politik), anggota ahlul halli wal aqdi cukup beberapa orang saja yang merupakah perwakilan dari golongan-golongan masyarakat seperti perwakilan kaum muhajirin dan anshar di masa khalifah.

Dalam memilih pemimpin, menggunakan kaidah ushul fiqih yaitu memilih yang paling kecil mudharatnya. Semoga posting kajian Islam ini bermanfaat.

Kontributor : RK

Silakan share dan like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

PAPAN INFORMASI

Saat ini program GPKSB kami sedang bagi-bagi stiker motivasi shalat berjamaah, untuk mobil dan sepeda motor. Bagi yang belum mendapatkan, silakan hubungi Sdr Hamdan selagi persediaan masih ada.

Dalam waktu dekat insya_allah akan diadakan Seminar Shalat Sempurna, tunggu info tanggalnya

Buletin Dakwah Islam Jumat

Komentar Terbaru