Jadikan Gerak dan Diammu Bernilai Ibadah!

Catatan kuliah Subuh : Kajian Islam, Hadits Tentang Niat
Sabtu, 23 Feb 2013 di Masjid Raya Taman Yasmin
Pemateri : Ust. Dr. Agus Setiawan, Lc, MA (Doktor ahli hadits)

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan mendapatkan) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” (HR Bukhari, Muslim).

Hadits ini dari Amiril Mu’minin Umar bin Khattab. Istilah amirul mu’minin pertama kali digunakan semasa pemerintahan Umar bin Khattab. Saat Abu Bakar, istilah yang digunakan adalah Khalifatu Rasulillah.

Hadits tentang niat ini banyak digunakan oleh para ulama ahli hadits untuk dijadikan hadits pembuka dalam kitabnya. Imam Nawawi misalnya, dalam kitab Hadits Arba’in menempatkan hadits tersebut sebagai hadits pertama. Demikian juga Imam Bukhari, beliau menempatkan hadits tentang niat di awal meskipun bab pertamanya membahas tentang permulaan turunnya wahyu.

Makna hadits tentang niat di atas:

1. Setiap amal harus dengan niat
Islam memandang penting bahwa setiap amalan harus dilakukan dengan sadar (niat). Karenanya, tidak berdosa terhadap tindak kesalahan bagi orang yang:
– Tidak sengaja melakukannya
– Lupa
– Dipaksakan atas dirinya

2. Niat menjadi pembatas antara kebiasaan dengan ibadah
Agar setiap aktivitas bernilai ibadah, maka perlu diniatkan karena Allah dengan sadar. Misalnya, dalam bekerja kita meniatkan untuk mencari rizki yang halal, menafkahi keluarga dan untuk bekal ibadah lainnya. Menurut Thabrani, diriwayatkan bahwa “Barangsiapa yang di waktu petang merasa letih (karena bekerja), maka dia mendapat ampunan dari Allah swt.” Dengan demikian, orang yang bekerja dengat niat ibadah akan mendapatkan 3 keuntungan yaitu pahala, ampunan dan rizki.

3. Setiap orang akan mendapatkan hasil tergantung apa yang diniatkannya.
kajian islam kuliah subuh hadits tentang niatKarena itu, dalam setiap pekerjaan hendaknya memiliki niat yang luhur karena Allah. Misalnya agar dapat memberi manfaat kepada lebih banyak orang.

Diceritakan, seorang teman kuliah di Al Azhar (Mesir) prestasinya sangat baik, bahkan lebih baik dari mahasiswa yang asli dari Mesir. Saat ditanya mengapa nilainya selalu baik, jawabannya adalah: “Saya kuliah di sini niatnya bukan untuk (sekedar) membahagiakan orang tua saya, tapi agar saya mempunyai ilmu yang bermanfaat untuk umat. Dengan niat itu, saya merasa orang-orang yang mendoakan untuk kesuksesan saya lebih banyak.”

Inilah contoh niat yang dapat memberi manfaat pada lebih banyak orang. Karena niatnya untuk membahagiakan umat, maka tentu saja termasuk untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Ibarat orang yang menanam padi, maka selain mendapatkan padi dia juga mendapatkan rumput yang berguna untuk pakan ternaknya. Tapi jika ia hanya berniat menanam rumput, tentu tidak bakalan tumbuh padi, bukan?

4. Niat menentukan besar kecilnya nilai kerja

Karena niat,
Kerja sepele dapat bernilai besar, atau
Kerja besar dapat bernilai sepele

Maka, pastikan setiap pekerjaan memiliki niat yang luhur karena Allah. Jadikan gerak dan diammu bernilai ibadah.

Semoga materi kuliah subuh yang menjelaskan hadits tentang niat ini dapat bermanfaat untuk kita. Ayo ikuti Kajian Islam setiap Sabtu Pagi di Masjid Raya Taman Yasmin.

Silakan share dan like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

PAPAN INFORMASI

Saat ini program GPKSB kami sedang bagi-bagi stiker motivasi shalat berjamaah, untuk mobil dan sepeda motor. Bagi yang belum mendapatkan, silakan hubungi Sdr Hamdan selagi persediaan masih ada.

Dalam waktu dekat insya_allah akan diadakan Seminar Shalat Sempurna, tunggu info tanggalnya

Buletin Dakwah Islam Jumat

Komentar Terbaru