Lima Jalan Penting Menuju Husnul Khatimah

Catatan Kuliah Subuh Masjid Raya Taman Yasmin – Bogor
Sabtu 13 April 2013, pemateri: Dr KH Ibdalsyah, MA

 

amalan sebab husnul khatimahKita menginginkan kehidupan akhirat yang baik. Kehidupan akhirat ditentukan oleh bagaimana akhir hidup di dunia, kalau akhir hidup tersebut baik, insya Allah, baik pula kehidupan akhiratnya. Seperti sabda Rasulullah saw: Sesungguhnya amalan itu tergantung akhirnya (HR Bukhari). Akhir kehidupan yang baik disebut husnul khatimah.

Sekurangnya ada lima sebab  yang dapat menjadikan husnul khatimah, yaitu:

 

1. Istiqamah terhadap aqidah dan tauhid
Allah swt berfirman yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Rabb kami adalah Allah,” kemudian mereka bersikap teguh, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka. “Kalian janganlah takut dan jangan pula berduka, dan bersukacitalah kalian dengan surga yang dahulu dijanjikan kepada kalian.” (QS Fushshilat 41: 30).

Orang yang senantiasa istiqamah meyakini Rabbnya Allah swt maka kelak ia akan mudah menjawab pertanyaan yang diajukan malaikat di alam kubur; siapa Rabbmu, siapa rasulmu dan apa agamamu? Oleh karena itu, rasulullah saw menganjurkan memperbanyak bacaan “Radhiitu billahi Rabba wabil Islami Diina wa bi Muhammadin nabiya wa Rasuula”yang artinya “Aku rela Allah Tuhanku, Islam agamaku, dan Muhammad sebagai nabi dan rasulku.”

 

2. Menjadikan ketakwaan terpatri dalam diri kita
Dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 103, Allah berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” Sebenar-benar takwa kepada Allah Ta‘ala berarti sampai kepada tingkat yang sesungguhnya. Agar hati kita mantap dalam ketakwaan, kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikr , “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik ”artinya “Wahai dzat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi, lihat pula Shahihul Jami’).

Orang bertakwa akan mendapatkan banyak keuntungan:

  • QS At Thalaq 3-4: mendapat rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan diberikan kemudahan dalam urusannya.
  • QS Al Baqarah197: Takwa adalah sebaik-baik bekal.

 

3. Berbaik sangka (husnudhon) terhadap Allah
Hadits-hadits yang berkaitan:

  • Dalam hadits qudsi yang diriwayatkan Bukhari, Allah berfirman:  “Aku tergantung prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”
  • “Rahmat Allah mengalahkan murka-Nya” (HR Bukhari)
  • Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnudhon pada Allah”(HR. Muslim no. 2877)

Oleh karena itu, kita harus memiliki prasangka baik kepada Allah swt bahwa Allah Maha Luas Rahmat-Nya, Maha Luas Ampunan-Nya.

 

4. Berusaha menerapkan nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan
Allah Ta’ala telah memerintahkan untuk berlaku jujur.  “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” (QS. At Taubah: 119).

Kejujuran akan membawa kepada kebaikan sebaliknya bohong akan membawa kepada keburukan. Oleh karena itu, dalam kondisi apapun, sikap jujur harus dipertahankan.

Rasulullah saw bersabda: “Katakanlah yang benar walaupun pahit dan jangan kamu gentar cercaan orang yang mencerca” (HR Al Baihaqi). Hadits ini menjelaskan bahwa bersikap jujur memerlukan perjuangan karena akan menghadapi cercaan orang-orang yang tidak suka dengan perilaku jujur. Perintah jujur juga diperintahkan ketika mengakui kesalahan. Hal ini dicontohkan oleh Nabi Yunus as yang berdoa ketika dalam perut ikan: ” Laa ilaaha illa anta. Subhaanaka, innii kuntu minaz dhaalimiin” “Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri”.(QS Al-Anbiya’ : 87)

 

5. Bertaubat
Allah berfirman: “ Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung” (QS An Nur: 31).

Seburuk apapun perbuatan, ada peluang untuk mendapat ampunan asal mau bertaubat. Pintu taubat masih terbuka selama masih ada nafas di tenggorokan.  Dari Abdullah bin Umar r.a. dari Nabi Saw bersabda “Sesungguhnya Allah SWT akan menerima taubat seorang hamba selama nafasnya belum sampai di tenggorokan (sakratul maut).”

Kontributor : RK

Silakan share dan like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

PAPAN INFORMASI

Saat ini program GPKSB kami sedang bagi-bagi stiker motivasi shalat berjamaah, untuk mobil dan sepeda motor. Bagi yang belum mendapatkan, silakan hubungi Sdr Hamdan selagi persediaan masih ada.

Dalam waktu dekat insya_allah akan diadakan Seminar Shalat Sempurna, tunggu info tanggalnya

Buletin Dakwah Islam Jumat

Komentar Terbaru