Tafsir Al Quran Surat Al Baqarah 4-5

Materi : Tafsir Al-Quran Abdurrahman bin Nasir As Sa’idi
Surat Al Baqarah Ayat 4 – 5
Penceramah : KH Abbas Aula
Tempat : Masjid Raya Taman Yasmin, Cilendek Bogor
Waktu : Sabtu, 1 Juni 2013
Kontributor : RGN

QS Al Baqoroh Ayat 4-5

tafsir al quran

Artinya :
“Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat”.
“Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang yang beruntung”.
(Al Quran & Terjemahnya, Wakaf Dari Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Abdullah bin Abdul Aziz Ali Sa’ud, 1428H)

Ayat ke-4 dan ke-5 Surat Al Baqoroh berisi melanjutkan ciri-ciri orang yang bertakwa yang telah disebutkan pada ayat ke-3, yaitu :

  • Beriman kepada yang ghaib,
  • Mendirikan shalat
  • Menyisihkan sebagian rezekinya untuk diinfaqan.

Dilanjutkan pada ayat ke-4

  • Beriman kepada Al-Quran dan Kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya
  • Yakin akan adanya akhirat

Beriman kepada Kitab ditafsirkan beriman kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul. Sunnah Rasul / Hadist adalah segala perbuatan, perkataan dan takriyah dari Rasulullah SAW. Beriman kepada Kitab berarti tidak membeda-bedakan ayat yang satu dengan yang lainnya, tidak beriman kepada sebagian ayat dan kufur kepada sebagian ayat yang lainnya.

Misalnya :
• Melaksanakan Shalat, Puasa dan Haji tetapi tidak melaksanakan muamalah yang disyariatkan ( misalnya curang dalam menakar timbangan, melakukan transaksi riba, tidak berbuat baik terhadap orang tua kerabat dekat dan anak yatim – kontributor)
• Beriman kepada Al-Quran dan ingkar terhadap Sunnah Rasul
• QS Al Ahzab ayat 59 tentang Jilbab:

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.

Ada sebagian orang berpendapat jilbab adalah budaya orang Arab dan tidak perlu diikuti. Hal ini bertentangan dengan kehendak Allah SWT sebagaimana termaktub pada QS Al Ahzab ayat 59 tersebut. Seorang yang beriman apabila diseru oleh Allah & rasulnya maka mereka berkata : “Sami’na wa Ata’na” kami mendengar dan kami taat.

• QS Annisa ayat 11-14 tentang hak waris:
“Allah mensyari`atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfa`atnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari`at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.  (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.

Sebagian orang berpendapat tidaklah adil bagi perempuan yang mendapatkan hak waris ½ bagian dari yang didapat oleh laki-laki. Pemikiran ini hanya berdasarkan akal manusia, padahal Allah yang Maha Tahu dan Maha Adil telah menetapkan ketentuannya untuk dilaksanakan oleh manusia memiliki tujuan-tujuan yang tidak terjangkau hanya oleh akal manusia saja – orang yang beriman akan sami’na wa ata’na, kami mendengar dan kami taat.

• Faham Liberal yang menyatakan bahwa pemeluk agama Yahudi, Nasrani akan mendapat pahala di akhirat. Hal ini berdasarkan penafsiran yang keliru, tidak mengacu juga pada asbabun nuzul diturunkannya ayat-ayat tersebut.

Beriman kepada apa yang diturunkan (kitab-kitab) sebelumnya, ini berarti beriman kepada rasul-rasul yang membawa kitab tersebut maupun hukum-hukumnya yang berlaku pada masa itu. Hukum-hukum tersebut selanjutnya disempurnakan oleh Al-Quran. Yang dimaksud dengan kita-kitab sebelumnya adalah Taurah, Zabur, Injil dan shuhuf-shuhuf lainnya yang disebutkan dalam Al Quran yang intinya pada Tauhid, meng Esakan Allah. Adapun kitab-kitab tersebut saat ini tidak lagi murni sehingga tidak wajib beriman kepadanya, cukup beriman kepada Al-Quran yang telah menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya.

Yakin kepada Akhirat, maksudnya yakin akan adanya kehidupan sesudah di dunia ini. Akhirat adalah hal yang ghaib seperti disebutkan pada QS Al Baqoroh ayat ke-3, secara khusus disebutkan lagi pada ayat ke-5 karena menjadi salah satu dari rukun iman. Yakin artinya ilmu yang sempurna, tidak ada ada keraguan. Yakin kepada akhirat akan mendorong kita untuk beramal untuk hari akhir juga untuk menimbulkan rasa takut karena ada pembalasan terhadap apa yang kita kerjakan di dunia ini.

Bagi orang-orang yang mempunyai sifat yang disebutkan pada QS Al Baqoroh 3-4 (bertakwa) maka baginya mendapatkan petunjuk yang besar (Hudan Adzim) dari Allah SWT dan mereka akan mendapatkan kebahagian. Falah bisa berarti Fauzan artinya beruntung. Tidak mungkin seseorang mendapat kebahagiaan kecuali menempuh jalan yang ditunjukkan Allah SWT (Siratal Mustaqim). Demikianlah balasan bagi orng yang bertakwa disebutkan pada ayat ke-5 diatas.

Semoga kita termasuk orang yang bertakwa kepada Allah SWT sehingga mendapat petunjuk dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, Amiin.

 

Silakan share dan like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

PAPAN INFORMASI

Saat ini program GPKSB kami sedang bagi-bagi stiker motivasi shalat berjamaah, untuk mobil dan sepeda motor. Bagi yang belum mendapatkan, silakan hubungi Sdr Hamdan selagi persediaan masih ada.

Dalam waktu dekat insya_allah akan diadakan Seminar Shalat Sempurna, tunggu info tanggalnya

Buletin Dakwah Islam Jumat

Komentar Terbaru