Yuk, Belanja di Jalan Allah!

Catatan Kuliah Subuh 18 Mei 2013
Pemateri : KH Dadang Holiyullah
Kajian Kitab Riyadhushalihin
Kontributor : DS

Allah Ta’ala berfirman:
kuliah subuh“Dan apa saja yang engkau semua nafkahkan, maka Allah akan menggantinya.” (Saba’: 39) Allah Ta’ala juga berfirman: “Dan barang-barang baik – dari rezeki – yang engkau semua nafkahkan itu adalah untuk dirimu sendiri dan engkau semua tidak menafkahkannya melainkan karena mengharapkan keridhaan Allah, juga barang-barang baik yang engkau semua nafkahkan itu, niscaya akan dibayar kepadamu dan tidaklah engkau semua dianiaya.” (al-Baqarah: 272)

Allah Ta’ala berfirman dalam surat lainnya:
“Dan barang-barang baik yang berupa apapun juga yang engkau semua nafkahkan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui.” (al-Baqarah: 273)

Hadits ke 1
Dari Ibnu Mas’ud r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Tiada kehasudan yang dibolehkan melainkan dalam dua macam perkara, yaitu: seseorang yang dikarunia oleh Allah akan harta, kemudian ia mempergunakan guna menafkahkannya itu untuk apa-apa yang hak – kebenaran – dan seseorang yang dikaruniai oleh Allah akan ilmu pengetahuan, kemudian ia memberikan keputusan dengan ilmunya itu – antara dua orang atau dua golongan yang berselisih – serta mengajarkannya pula.” (Muttafaq ‘alaih)

Artinya ialah bahwa seseorang itu tidak patut hasudi atau iri kecuali dalam dua perkara di atas itu. Dalam keterangannya ustd Dadang, bahwa kita tidak boleh merasa iri dan dengki kepada sesama muslim, karena rejeki telah di atur oleh Allah Swt, dan kita hanya boleh iri kepada seseorang apabila orang tersebut lebih pandai dari kita, sebagai contoh ada seseorang yang hafal Alquran, maka kita boleh iri dan kita belajar untuk membaca dan menghafal Alquran, serta memahami isi kandungan Alquran.

Hadits ke 2
Dari Ibnu Mas’ud r.a. pula katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Siapakah di antara engkau semua yang harta orang yang mewarisinya itu dianggap lebih disukai daripada hartanya sendiri?” Para sahabat menjawab: “Ya Rasulullah, tiada seorangpun dari kita ini, melainkan hartanya adalah lebih dicintai olehnya.” Kemudian beliau s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hartanya sendiri ialah apa yang telah terdahulu digunakannya, sedang harta orang yang mewarisinya adalah apa-apa yang ditinggalkan olehnya – setelah matinya.” (Riwayat Bukhari)

Keterangan:
Maksudnya yang telah terdahulu digunakannya, misalnya yang dipakai untuk makan minumnya, pakaiannya, perumahannya atau yang diberikan untuk sedekah atau Iain-Iain yang berupa pertolongan kesosialan. Selebihnya tentulah akan ditinggalkan, jika telah meninggal dunia.

Oleh sebab itu Hadis di atas secara tidak langsung memberikan sindiran kepada kita kaum Muslimin agar gemar harta yang ada di tangan kita yang sebenarnya hanya titipan dari Allah Ta’ala itu, supaya kita nafkahkan untuk jalan kebaikan, semasih kita hidup di dunia ini. Dengan demikian kemanfaatannya akan dapat kita rasakan setelah kita ada di akhirat nanti.

Hadits ke 3, 4 dan 5
Dari ‘Adi bin Hatim r.a. bahwasanya Rasuiullah s.a.w. bersabda: “Takutlah engkau semua dari siksa api neraka,s ekalipun dengan menyedekahkan potongan kurma.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Jabir r.a., katanya: “Tiada pernah sama sekali Rasuiullah s.a.w. itu dimintai sesuatu, kemudian beliau berkata: “Jangan.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasuiullah s.a.w. bersabda: “Tiada seharipun yang sekalian hamba berpagi-pagi pada hari itu, melainkan ada dua malaikat yang turun. Seorang di antara keduanya itu berkata: “Ya Allah, berikanlah kepada orang yang menafkahkan itu akan gantinya,” sedang yang lainnya berkata: “Ya Allah, berikanlah kepada orang yang menahan – tidak suka menafkahkan hartanya – itu kerusakan – yakni hartanya menjadi habis.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari keterangan di atas maka kita sebagai hamba Allah, seharusnya merasa takut akan siksa apai neraka dengan di titipkannya harta oleh Allah SWT, mulailah setiap hari menambah kebaikan dengan sodaqah, walaupun dengan seotong kurma, dalam hadits Nabi di atas sangat jelas maknanya.

Selain dari pada itu apabila kita sudah mempunyai niat untuk sodaqoh, maka janganlah di tunda-tunda dansegera tunaikan, karena pada saat pagi hari kita ada dua malaikat yang turun dan mendoaakan hambanya yang selalu bersodaqah dan mendoaakan juga kepada hambanya yang selalu menuda-nuda shodaqahnya.

Mari kita berdoa kepada Allah SWT, mohon kita dijadikan hamba-hamba Allah yang gemar bersodaqah atau membelanjakan harta di jalan Allah, sehingga kita terhindar dari penyakit kikir dan iri dengki sesama muslim dan terhindar dari siksa api nearaka dan semoga amal baik kita mendapat pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Yuk, belanja di jalan Allah….

 

Silakan share dan like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

PAPAN INFORMASI

Saat ini program GPKSB kami sedang bagi-bagi stiker motivasi shalat berjamaah, untuk mobil dan sepeda motor. Bagi yang belum mendapatkan, silakan hubungi Sdr Hamdan selagi persediaan masih ada.

Dalam waktu dekat insya_allah akan diadakan Seminar Shalat Sempurna, tunggu info tanggalnya

Buletin Dakwah Islam Jumat

Komentar Terbaru